Selasa, 29 Agustus 2017

Tempo Dulu

Kira-kira tahun 1995 jika saya tidak salah.. waktu itu semua anak di kelas ngaji sore sedang konsentrasi menulis di buku menyalin dari papan tulis sedang pak guru lagi membaca kitabnya di meja beliau depan kelas, saya ingat betul pelajarannya waktu itu yaitu bab i'rob nashob nah saat saya sedang menulis itu sekira dapat separo tiba tiba dari luar kelas sebelah timur tepatnya di rumah warga dekat gedung tempat kami ngaji itu memutar lagu dangdut ini... dengan keras sekali mungkin lagi punya tape cassette baru menurutku, lalu aku menoleh ke luar melihat rumah itu tempat suara lagu itu datang lewat jendela sebelah kiri ruangan kelas otomatis aku melihat juga temanku yang dekat dengan jendela itu ternyata mereka mengangguk angguk kan kepala tanda menikmati lagu itu..maka tersenyumlah aku akan hal itu karena penasaran akupun menoleh kesebeh kananku lebih heboh lagi hampir semua siswi ngaji itu ikut menikmati lagu itu sambil mulutnya komat Kamit mungkin lagi menirukan syairnya,lalu aku tengok kebelakang sama juga seperti itu baik siswa maupun siswi ngaji hari itu...aku jadi senyum senyum sendiri bahkan mereka tidak sadar kalau aku sempat memperhatikan mereka semua... namun uniknya pak guru didepan kami tidak tahu betapa akan tingkah siswa siswinya sungguh luar biasa.....
Itulah dahulu dan sekarang di tahun 2017 tepatnya di warung yang biasa kami makan sore tadi aku mendengar kembali lagu tersebut  melalui tv CD cassette pojok ruangan meja makan dan ternyata lagu ini masih terdengar bagus dan masih bisa meremukkan sedikit kesedihan hati maka tanpa sadar bibirku pun ikut terbuai menikmati menirukan beberapa bait syairnya.....

..............."Bila jauh-jauh darimu
Terbayang-bayang wajahmu
Rinduku semakin bergelora
Remas-remas jemarimu
Desah-desah bisikanmu
Kau ucapkan kata i love you
Didalam sayap cintamu
Terasa hidup penuh arti
Didalam dekap rindumu
Begitu damai hati ini".......

Jantannya pacarku oleh Fenty Nur .... https://youtu.be/8Ffiq-PD90c

Parepare Jl abu bakar Lambogo Sulawesi, memandangi langit di balkon.

Minggu, 27 Agustus 2017

Resolusi dan Mata

Beberapa hari lalu setelah hasil pemeriksaan mata,maka diberitahukan bahwa antara lain yang menyebabkan menurunnya kesehatan mata seperti mata blur, cepat berair dan mudah lelah adalah karena terlalu lama berinteraksi dengan screen yang memancarkan cahaya terus menerus seperti layar Hp, Computer, TV dll.

Salah satu darinya yang sering ada hubungan dengan kita dalam kehidupan sehari-hari adalah memegang ponsel,ponsel selalu di tangan untuk berbagai macam keperluan seperti nelpon,sms apalagi bagi mereka yang biasa main game dan Social Network atau bisa jadi browsing terlalu lama...karena itu kualitas layar ponsel itu mestilah mendukung untuk kesehatan mata dan antara lain kualitas yang mendukung itu adalah layar ponsel yang sepadan jenis dan resolusinya, sedangkan resolusi yang baik untuk ponsel yang mendukung kesehatan mata sekarang adalah berkisar lebih dari   1080 x 1920 pixels atau kurang sedikit tetapi yang menjadi kendalanya adalah biasanya ponsel dengan resolusi seperti itu memang ponsel-ponsel yang tergolong cukup mahal untuk beberapa kalangan tetapi harga seperti itu tentulah sebanding dengan apa yang kita peroleh seperti untuk kesehatan mata kita.Ambil contoh Xperia Z2  atau J7prime atau yang sejenisnya.

Namun tentu saja yang terbaik adalah jangan terlalu menggunakan ponsel, nonton tv dan lainnya kecuali dalam batas kewajaran normal atau dengan kata lain adalah seperlunya saja,.. jagalah kesehatan mata dan peliharalah baik-baik gunakan untuk yang baik-baik dan selalu mensyukuri nikmat-Nya .... tapi HPku dewe Yo iseh bikin preceh mata dan berair karena durung kuat tuku sing apik.. hahaha. Semoga bermanfaat

Parepare habis Magrib..

Jumat, 25 Agustus 2017

Perjalananku kali ini

Sulawesi itu besar dan dia bagian dari Indonesia.
Sulawesi itu indah beberapa kota cukup terkenal baik di Indonesia maupun mancanegara antara lain seperti kota Parepare dia adalah kota yang kecil,tetapi berpenduduk heterogen,macam-macam budaya,suku dan ras namun satu hal yang perlu diketahui bahwa mereka dengan adanya banyak perbedaan itu Kehidupan terasa harmoni ... Itulah sedikit tentang Parepare.
Parepare sepertinya cukup bagus sebagai daerah tujuan wisata domestik.

Kamis, 25 Agustus 2016

Pengingat

kita harus hidup istiqomah dalam keadaan susah-payah di akhir zaman ini.

ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻳَﺴْﺄَﻟُﻮﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻉِﻪْﻴَﻟَ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ
ﻋَﻦْ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻭَﻛُﻨْﺖُ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻪُ ﻋَﻦْ ﺍﻟﺸَّﺮِّ ﻣَﺨَﺎﻓَﺔَ ﺃَﻥْ ﻳُﺪْﺭِﻛَﻨِﻲ
ﻓَﻘُﻠْﺖُ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻧَّﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻓِﻲ ﺟَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔٍ ﻭَﺷَﺮٍّ
ﻓَﺠَﺎﺀَﻧَﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻬَﺬَﺍ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻓَﻬَﻞْ ﺑَﻌْﺪَ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻣِﻦْ ﺷَﺮٍّ
ﻗَﺎﻝَ ﻧَﻌَﻢْ ﻗُﻠْﺖُ ﻭَﻫَﻞْ ﺑَﻌْﺪَ ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟﺸَّﺮِّ ﻣِﻦْ ﺧَﻴْﺮٍ
ﻗَﺎﻝَ ﻧَﻌَﻢْ ﻭَﻓِﻴﻪِ ﺩَﺧَﻦٌ ﻗُﻠْﺖُ ﻭَﻣَﺎ ﺩَﺧَﻨُﻪُ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﻮْﻡٌ ﻳَﻬْﺪُﻭﻥَ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﻫَﺪْﻳِﻲ
ﺗَﻌْﺮِﻑُ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻭَﺗُﻨْﻜِﺮُ ﻗُﻠْﺖُ ﻓَﻬَﻞْ ﺑَﻌْﺪَ ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻣِﻦْ ﺷَﺮٍّ
ﻗَﺎﻝَ ﻧَﻌَﻢْ ﺩُﻋَﺎﺓٌ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏِ ﺟَﻬَﻨَّﻢَ ﻣَﻦْ ﺃَﺟَﺎﺑَﻬُﻢْ ﺇِﻟَﻴْﻬَﺎ ﻗَﺬَﻓُﻮﻩُ ﻓِﻴﻬَﺎ
ﻗُﻠْﺖُ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻِﻔْﻬُﻢْ ﻟَﻨَﺎ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻫُﻢْ ﻣِﻦْ ﺟِﻠْﺪَﺗِﻨَﺎ ﻭَﻳَﺘَﻜَﻠَّﻤُﻮﻥَ ﺑِﺄَﻟْﺴِﻨَﺘِﻨَﺎ
ﻗُﻠْﺖُ ﻓَﻤَﺎ ﺗَﺄْﻣُﺮُﻧِﻲ ﺇِﻥْ ﺃَﺩْﺭَﻛَﻨِﻲ ﺫَﻟِﻚَ ﻗَﺎﻝَ ﺗَﻠْﺰَﻡُ ﺟَﻤَﺎﻋَﺔَ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴﻦَ ﻭَﺇِﻣَﺎﻣَﻬُﻢْ
ﻗُﻠْﺖُ ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﻟَﻬُﻢْ ﺟَﻤَﺎﻋَﺔٌ ﻭَﻟَﺎ ﺇِﻣَﺎﻡٌ ﻗَﺎﻝَ ﻓَﺎﻋْﺘَﺰِﻝْ ﺗِﻠْﻚَ ﺍﻟْﻔِﺮَﻕَ ﻛُﻠَّﻬَﺎ
ﻭَﻟَﻮْ ﺃَﻥْ ﺗَﻌَﺾَّ ﺑِﺄَﺻْﻞِ ﺷَﺠَﺮَﺓٍ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﺪْﺭِﻛَﻚَ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕُ ﻭَﺃَﻧْﺖَ ﻋَﻠَﻰ ﺫَﻟِﻚَ
“Artinya: Dari Hudzaifah Ibnul Yaman rodhiallohu ta’ala ‘anhu berkata: Manusia bertanya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena khawatir jangan-jangan menimpaku. Maka aku bertanya; Wahai Rasulullah, sebelumnya kita berada di zaman Jahiliah dan keburukan, kemudian Alloh mendatangkan kebaikan ini. Apakah setelah ini ada keburukan? Beliau bersabda: ‘Ada’. Aku bertanya: Apakah setelah keburukan itu akan datang kebaikan? Beliau bersabda: “Ya, akan tetapi di dalamnya ada dakhanun”. Aku bertanya: Apakah dakhanun itu? Beliau menjawab: “Suatu kaum yang mensunnahkan selain sunnahku dan memberi petunjuk dengan selain petunjukku. Jika engkau menemui mereka maka ingkarilah”. Aku bertanya: Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan?
Beliau bersabda: “Ya”, dai – dai yang mengajak ke pintu Jahanam.
Barang siapa yang mengijabahinya, maka akan dilemparkan ke dalamnya. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, berikan ciri-ciri mereka kepadaku. Beliau bersabda: “Mereka mempunyai kulit seperti kita dan berbahasa dengan bahasa kita”. Aku bertanya: Apa yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menemuinya? Beliau bersabda: “Berpegang teguhlah pada Jama’ah Muslimin dan imamnya”. Aku bertanya: “Bagaimana jika tidak ada jama’ah maupun imamnya?” Beliau bersabda: “Hindarilah semua firqah itu, walaupun dengan menggigit pokok pohon hingga maut menjemputmu sedangkan engkau dalam keadaan seperti itu”. (Riwayat Bukhari VI615-616, XIII/35. Muslim XII/135-238 Baghawi dalam Syarh Sunnah XV/14. Ibnu Majah no. 3979, 3981. Hakim IV/432. Abu Dawud no. 4244-4247.Baghawi XV/8-10. Ahmad V/386-387 dan hal. 403-404, 406 dan hal. 391-399)

Kamis, 08 Januari 2015

Pulang

Terasa indah,mual,capek dan menyenangkan seperti itulah...