Jumat, 05 Maret 2010

Arahnya untuk Mendiskreditkan Hukum Islam dan Nabi

RHOMA IRAMA
Pemikiran Setan
Dalam kesempatan berceramah pada acara peringatan Maulid Nabi di Masjid Baiturrahman Cilodong Depok Senin malam (22/2), Raja Dangdut Rhoma Irama menegaskan bahwa orang-orang kafir berusaha mendiskreditkan umat Islam melalui aturan nikah siri, bahkan melalui poligami. Lebih dari itu ajaran Islam ini hendak mereka kaburkan dengan memanfaatkan media untuk membenci apa yang dihalalkan oleh Islam.
“Mereka bilang nikah siri itu melecehkan perempuan. Poligami itu tidak menghormati perempuan. Lalu bagaimana dengan praktik prostitusi yang mereka lakukan? Apakah begitu penghormatan terhadap perempuan yang dibenarkan?” sembari mengangkat salah satu tangannya.
Rhoma mengimbau pemerintah agar benar-benar serius mengatur negara ini. Bertindak atas pemikiran yang dilandaskan pada nilai iman dan semata-mata untuk kepentingan bangsa, bukan golongan, apalagi nafsu kekuasaan.
“Kita lihat bangsa kita sekarang sudah kehilangan akhlak, semua dimaki-maki. Ironisnya pemerintah justru melakukan tindakan-tindakan yang keliru. Nikah siri mau dipidana, prostitusi dilegalisir, bahkan dilindungi, difasilitasi, dan dihormati. Di negeri kita ini, pelacur tidak boleh disebut pelacur, bahkan istilah wanita tuna susila pun dilarang. Mereka (pelacur) itu harus dihormati, dan karena itu mereka dikenal dengan istilah pekerja seks komersial (PSK),” katanya.
Realita ini, menurut Rhoma,  adalah satu tantangan bersama umat Islam. Karenanya semua harus sigap menolak segala aturan pemerintah yang hendak mengkebiri syariat Islam. “Ini sudah keterlaluan, jangan-jangan pembuat RUU tersebut telah disusupi pemikiran setan. Sampai-sampai yang halal mau dipidanakan dan yang haram justru dilindungi,” pungkasnya.

Arahnya untuk Mendiskreditkan Hukum Islam dan Nabi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar