Senin, 07 Maret 2011

Soal Tengah Semester

LEMBARAN SOAL

Mata Pelajaran : Teknologi Informasi & Komunikasi
Sat. Pendidikan : MTS AL MA’ARIF

Kelas / Program : XIII ( DELAPAN )

PETUNJUK UMUM

1. Tulis nomor dan nama Anda pada lembar jawaban yang disediakan

2. Periksa dan bacalah soal dengan teliti sebelum Anda bekerja

3. Kerjakanlah soal anda pada lembar jawaban

4. Gunakan waktu dengan efektif dan efisien

5. Periksalah pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada Pengawas

SOAL :

1. Berikut ini adalah icon Chart Wizard dan icon print adalah ….

A. A dan b

B. B dan d

C. C dan d

D. D dan d

2. Untuk menampilkan kembali seluruh tabel database setelah selesai melakukan pencarian data yaitu dengan menggunakan ….

A. Auto filter

B. Advanced all

C. Show all

D. Benar semua

3. Menu untuk membuat sebuah database terdapat pada menu.....

A. Format

B. Tools

C. Insert

D. Data

4. Gambar berikut ini merupakan bentuk dari jenis grafik ….

A. Coloumn

B. Bar

C. Line

D. Cylinder

5. Menu yang digunakan untuk menampilkan kembali seluruh data dalam database yang sudah difilter adalah.....

A. Data,filter,show all

B. Show all,filter

C. Data,auto filter,show all

D. Data all,filter

6. Mempergunakan menu AutoFilter dengan menu bar ….

A. Data,sort

B. Format ,cell

C. Insert,coloumns

D. Data,filter

7. Icon yang dipergunakan untuk mengurutkan data dan hasil pengurutannya secara menurun dari yang terbesar ke yang terkecil adalah…………….

A. A

B. B

C. C

D. D

8. Untuk membuat berbagai variasi gambar bintang dan banners kita dapat memilih icon Start and Banners yang ditandai dengan nomor...........

A. 5

B. 6

C. 7

D. 8

9. Di dalam sebuah database setiap kolom mempunyai judul kolom yang disebut..............

A. Filed

B. Range

C. Record

D. Database

10. Langkah untuk mempergunakan fasilitas pengurutan data tabel baik secara ascending atau secara descending dengan menggunakan menu bar adalah..............

A. Data,sort

B. Format,cells

C. Insert,coloumns

D. Data,filter

11. Pada langkah pembuatan grafik yang paling terakhir, kita dapat menempatkan grafik terpisah dari lembar kerja data, tapi masih dalam buku kerja yang sama yaitu dengan memilih tombol pilihan …

A. As new sheet

B. As object in

C. Category ( X ) axis

D. Value ( Y ) axis

12. Prosedur pertama yang dilakukan untuk menyisipkan berkas yang berasal dari program Microsoft Word ke dalam Microsoft Excel adalah ….

A. Klik menu insert,klik sub menu object

B. Klik menu insert,klik sub menu picture

C. Klik menu insert,klik sub menu file

D. Klik menu insert,klik sub menu symbol

13. Tampilan data numerik (baik angka murni atau hasil perhitungan) disajikan dalam bentuk gambar disebut...........

A. Picture

B. Table

C. Chart

D. Range

14. Untuk menentukan jumlah nilai tertentu dalam mencetak data rangkap dapat mengisi pada …

A. Print range

B. Number of copies

C. Print what

D. Name

15. Pada kotak dialog Create New, apabila kita ingin menyisipkan lembar kerja kepada buku kerja kita dapat memilih...........

A. Microsoft word document

B. Microsoft excel chart

C. Microsoft excel worksheet

D. Microsoft powerpoint presentation

16. Berikut ini adalah yang merupakan data sejenis yang merupakan sebuah database adalah …..

A. Nip,Nama,Golongan,Gaji

B. No,Surat,Lampiran,Hal

C. A dan B benar

D. A dan B salah

17. Fasilitas untuk menambahkan objek gambar variasi teks pada lembar kerja Ms. Excel terdapat pada toolbar ….

A. Standard

B. Formatting

C. Drawing

D. Mail merge

18. Icon di samping ini dipergunakan untuk ………….

A. Mengatur object

B. Memilih dan menyeleksi obyek

C. Membuat tulisan dan dalam kotak

D. Membuat bentuk bidang

19. Icon di disamping ini berfungsi untuk ..

A. Membuat tulisan artistik

B. Menyisipkan obyek gambar

C. Membuat tabel

D. Membuat tulisan berbentuk koran

20. Jika kita ingin mengurutkan data dan hasil pengurutannya secara menaik dari yang terkecil ke yang terbesar kita dapat menggunakan tanda …..

A. Now header row

B. Descending

C. Header row

D. ascending

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan baik dan benar.

1. Tombol digunakan untuk……….

  1. Menu-menu yang terdapat dalam office button terdiri dari………….
  2. Langkah-langkah yang diperlukan untuk mencetak document adalah…………
  3. Bagaimanakah prosedur penyisipan obyek Clip Art………
  4. Pengertian dari margin adalah dan sebutkanlah cara mensettingnya secara singkat……

WASSALAM

Minggu, 13 Februari 2011

Salman Rushdi

 

Penghinaan terhadap Nabi Muhammad saw tidak pernah berhenti di Barat. Benar, Imam Khomeini pernah mengeluarkan fatwa hukuman mati atas Salman Rushdi. Namun, penghinaan terhadap Nabi Islam, Muhammad saw tidak pernah selesai. Permusuhan Barat terhadap Islam masih tetap berlangsung.

Pemuatan karikatur yang menghina Nabi Muhammad saw di Denmark masih satu jalur dengan Ayat-ayat Setan Salman Rushdi.
Sekalipun didemo di mana-mana, masih saja di sebagian negara-negara seperti Inggris, Azerbaijan dan terakhir Prancis yang proses pengadilannya tengah berlangsung, melakukan penghinaan.

Dengan nama-Nya Yang Maha Tinggi
Inna Lillahi Wa Inna Ilahi Rajiuun.

Saya beritahukan kepada kaum muslimin pemberani di seluruh dunia. Telah diterbitkan buku Ayat-ayat Setan yang menghina Islam, Nabi dan al-Quran. Penulis serta penerbit buku itu hukumannya adalah MATI!

Saya mengharap kepada seluruh kaum muslimin pemberani yang menemukan mereka di mana saja untuk membunuh mereka. Sehingga tidak ada lagi orang yang berani menghina hal-hal yang disucikan oleh kaum muslimin.

Siapa saja yang mati dalam usaha membunuh mereka, terhitung sebagai syahid Insya Allah. Perlu diketahui, bila seseorang mengetahui keberadaan si penulis buku, namun ia sendiri tidak dapat membunuhnya, maka ia harus mengabarkan kepada orang lain sehingga mereka yang akan melakukan pembunuhan itu dan ia dapat merasakan akibat dari amal perbuatannya.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

25/11/1367 (14 Pebruari 1989)
Ruhullah al-Musawi al-Khomeini

Pendahuluan
Tanpa terasa, fatwa hukuman mati Salman Rushdi yang dikeluarkan oleh Imam Khomeini telah berumur 24 tahun. Pada masa dikeluarkannya fatwa tersebut tidak ada yang membayangkan Imam Khomeini akan menyikapi buku Ayat-ayat Setan sekeras itu. Karena pada waktu itu, Iran baru saja menerima resolusi PBB nomor 598 yang berarti gencatan senjata dengan Irak. Dengan itu, Iran tentu disibukkan dengan usaha untuk melakukan perdamaian.

Semua lupa akan prinsip-prinsip berpikir Imam Khomeini. Pikirannya melewati batas-batas teritorial Iran dan orang-orang Iran. Imam Khomeini dalam segala urusannya hanya untuk Allah dan agama. Ia senantiasa berusaha untuk itu dan tidak pernah menunjukkan keletihan dalam masalah ini. Ketika Imam Khomeini mengetahui isi buku Ayat-ayat setan, ia langsung menciap kebatilan buku ini. Ada rencana di balik penerbitan buku itu. Itulah yang membuat beliau mengeluarkan fatwa bersejarahnya.

Lebih jauh tentang Salman Rushdi
Salman Rushdi lahir di kota Devanegari, Bombai India pada tanggal 19 Juni 1947. Setelah Pakistan berdiri sendiri, ia bersama keluarganya pindah ke Karachi dan setelah itu berimigrasi ke Inggris. Ia ke Inggris ketika berumur 13 tahun dan menyelesaikan sekolahnya di sana. Setelah menyelesaikan kuliahnya di jurusan sejarah di universitas Cambridge, ia kembali ke Pakistan. Dengan menulis artikel selama di Inggris, ia dapat membayar sebagian biaya sekolahnya sendiri. Akhirnya ia pindah warga negara Inggris.

Tujuh tahun setelah menulis artikel ia akhirnya berhasil menulis novel berjudul Midnight’s Children tahun 1981. Dengan buku itu ia mendapat hadiah sastra Inggris Booker Prize. Buku ini isinya mengkritik perlawanan rakyat India untuk merdeka dari tangan Inggris. Sekitar setengah juta naskah terjual. Pada tahun 1983 ia menulis buku Shame tentang kondisi Pakistan. Buku The Jaguar Smile: A Nicaraguan Journey 1987 adalah hasil dari perjalanan 3 minggunya ke Nikaragua.

Gaya penulisannya adalah Realisme, namun dengan mengubah semua tokoh asli begitu juga tempat kejadian. Gaya penulisannya tidak mengikuti pakem yang ada selama ini. Dengan ini ia sesuka hati ia menulis apa saja dan menisbatkannya kepada siapa saja yang disukainya. Bukunya yang paling menyedot perhatian adalah The Satanic Verses yang dikenal dengan nama Ayat-ayat Setan. Buku ini ditulisnya pada tahun 1988.

Latar belakang penulisan buku Ayat-ayat Setan
Menganalisa cara berpikir Salman Rushdi dapat lacak dari keluarganya. Ibunya adalah seorang penari bernama Vanita. Pada masa remajanya ia disukai oleh seorang pemuda bernama Raju. Vanita beberapa kali lewat Salim Khan, gubernur Bombai, melakukan penghinaan terhadap masjid. Pernah ia meletakkan kepala babi di undak-undakan masjid kemudian lari menyembunyikan dirinya. Ia juga pernah membakar upacara orang-orang Hindu dan menyebarkan bahwa itu dilakukan oleh kaum muslimin. Setiap kali ia melakukan penghinaan, ia mendapat bayaran dari Salim Khan.

Rupanya Salim Khan juga tertarik dengan Vanita dan hendak mempersuntingnya. Sebagai jawabannya ia menjawab: “Aku menikah karena uang dan kalau engkau punya uang aku menjadi milikmu”. Setelah setuju, ia akhirnya menikah dan dibawa ke istana. Ia menghabiskan malamnya di istana Lord William dan sejak malam itu, ia tidak keluar-keluar dari istana.

Ketika Lord William dipanggil untuk kembali ke Inggris, ia berkata kepada Vanita: “Aku punya istri di Inggris dan ayahnya punya pengaruh kuat di sana. Aku tidak dapat membawamu ke sana”. Lord William pergi. Vanita kembali ke pelukan Raju yang masih menantinya. Setelah Vanita melahirkan anaknya ia meninggal. Raju membawa anak itu dan meninggalkannya di masjid. Seorang bernama Safdar menemukan bayi tersebut dan membawanya pulang ke rumahnya. Ia kemudian memberinya nama Salman. Ia besar di keluarga muslim.

Semenjak kecilnya ia terkenal nakal. Pada umur tiga belas tahun ia sudah tiga belas kali ditahan polisi. Pada masa itu, istri Lord William meninggal. Karena tidak punya anak dari istrinya, ia kemudian mengingat Vanita dan anaknya. Ia mengirim surat kepada Salim Khan untuk menemukan anaknya. Lewat Raju, Lord William menemukan Salman. Ketika tahu bahwa dia adalah anak dari seorang perwira inggris, ia sangat senang. Ia kembali ke rumah. Di rumah ia menemukan ibu angkatnya tengah menunaikan salat. Ketika sujud, ia menginjak kepala ibu angkatnya sehingga kepalanya terluka. Ia keluar dari rumah dan kemudian berangkat ke Inggris.

Ia kemudian di masukkan asrama melanjutkan sekolahnya di Inggris. Di sana ia berkenalan dengan Umar anak Mesir. Mereka kemudian menjalin percintaan dan sepakat untuk menikah. Mereka akhirnya membuka ajaran-ajaran agama yang memperbolehkan perkawinan sesama jenis. Mereka tidak menemukan ajaran yang memperbolehkan. Ketika Madame Rosa ibu asrama mengetahui gelagat ini, ia menyurati ayah Umar yang berpangkat jenderal. Ayahnya datang untuk membawa anaknya pulang ke Mesir. Umar yang begitu cinta kepada Salman akhirnya membakar dirinya. Setelah Umar meninggal, Salman sangat terpukul dan memutuskan untuk membalaskan dendamnya terhadap agama-agama.

Ayat-ayat Setan
Salman Rushdi menulis banyak buku. Bila jeli melihat karangan-karangannya, kebanyakan isinya menghina agama dan keyakinan masyarakat setempat. Dalam bukunya Grimus (1975), secara terang-terangan ia menghina keyakinan orang-orang India. Buku Shame (1983) ditulisnya juga dengan isi yang sama.

Midnight’s Children (1981) ditulis mengkritik perjuangan rakyat India untuk mendapatkan kemerdekaannya dari Inggris. Bukunya The Jaguar Smile: A Nicaraguan Journey (1987) terkait dengan situasi politik di Nikaragua dan keyakinan masyarakatnya.

Puncak penghinaannya terhadap agama dengan menulis novelnya yang berjudul The Satanic Verses (1988). Ia menulis buku ini pada usia 47 tahun. Sebelum ia menulis buku ini, ia ikut hadir dalam sebuah pertemuan yang bermaksud untuk menghancurkan agama tidak lagi dengan senjata, tapi dengan tulisan. Tujuan itu terealisasikan dengan diterbitkannya buku ini.

Untuk pertama kalinya ketika dicetak dalam 547 halaman. Buku ini dicetak oleh penerbit Viking anggota jaringan penerbit Penguin. Salman Rushdi menulis buku ini karena pesanan pimpinan Viking, seorang Yahudi, dengan bayaran gila-gilaan 850 ribu pound.

Buku Ayat-ayat Setan bukanlah buku ilmiah, melainkan hanya sekedar fantasi penulis. Sekalipun demikian, penghinaannya terhadap keyakinan yang disucikan oleh kaum muslimin tidak dapat dibiarkan begitu saja.

Untungnya, Imam Khomeini cepat tanggap rencana besar dibalik penerbitan buku ini. Beliau kemudian mengeluarkan fatwa hukuman mati yang bersejarah. Fatwa ini membuat skenario besar itu prematur. Umat Islam tersadar dan ini membuat Barat lebih berhati-hati. Inggris sebagai pembela nomor satu Salman Rushdi mencoba menekan Iran dengan ancaman ekonomi dan politik agar Imam Khomeini menarik kembali fatwanya. Tidak cukup itu saja, dengan menggerakkan 12 negara lainnya mereka kemudian memburukkan citra Iran dan Imam Khomeini.

Di balik tekanan dari negara-negara Barat, keteguhan Imam Khomeini membuat mereka lelah dan kemudian pasif menerima. Di sisi lain, ini seperti meniupkan semangat baru ke dalam dunia Islam. Penerbit buku Ayat-ayat Setan, Viking, langsung mengeluarkan pernyataan: “Penerbit dan penulis tidak punya maksud menyakiti kaum muslimin. Kami sangat menyesal dengan kejadian ini. Penerbitan buku Ayat-ayat Setan dilakukan karena ditulis oleh seorang penulis top dan isinya fiktif. Penerbitannya karena menghormati kebebasan berekspresi. Salah satu prinsip demokrasi”.

Salman Rushdi sendiri dalam wawancaranya dengan CBS mengatakan:

“Buku ini punya dua khayalan yang coba saya hubungkan dengan munculnya sebuah agama yang mirip dengan Islam. Tapi ini sebuah Islam khayalan. Tokoh yang berkhayal dalam buku itu, pada intinya akalnya telah hilang, gila. Bila seorang berkhayal semacam ini, sangat aneh bila tulisan ini dianggap menghina Islam. Sama sekali saya tidak berniat itu”.

Sempat muncul bisik-bisik di Iran, bahwa bila Salman Rushdi bertobat, mungkin saja tobatnya diterima. Namun, hal ini ditolak oleh kantor Imam Khomeini. Bahkan disebutkan seandainya Salman Rushdi kemudian menjadi orang paling zuhud di muka bumi pun, membunuhnya adalah wajib.

Hukuman mati telah dihapus?
Imam Khomeini pada tahun itu juga, 1987, berbicara di hadapan para rohaniwan:

“Masalah buku Ayat-ayat Setan adalah rencana yang telah disiapkan dengan baik untuk menghancurkan akar ajaran Islam dan keberagamaan umat Islam. Puncak dari semua itu adalah Islam dan rohaniwan”.

Ketika fatwa Imam Khomeini tidak lagi diulang-ulangi, Barat mulai berani mengeluarkan isu bahwa fatwa Imam telah ditarik kembali. Isu ini dimunculkan tidak hanya sekali, tetapi dimuat berulang-ulang. Ayatullah sayyid Ali Khamene’i bereaksi dengan keras.

Pada musim haji dua tahun lalu beliau mengeluarkan pernyataan:

“Hukuman mati yang dikeluarkan oleh Imam Khomeini terhadap Salman Rushdi berlandaskan ayat-ayat al-Quran. Sebagaimana ayat-ayat lain yang kokoh dan tidak dapat dihapus, hukum ini tetap dan tidak dapat dihapus”.

Penutup
Penghinaan terhadap Nabi Muhammad saw tidak pernah berhenti di Barat. Benar, Imam Khomeini pernah mengeluarkan fatwa hukuman mati atas Salman Rushdi. Namun, penghinaan terhadap Nabi Islam, Muhammad saw tidak pernah selesai. Permusuhan Barat terhadap Islam masih tetap berlangsung. Pemuatan karikatur yang menghina Nabi Muhammad saw di Denmark masih satu jalur dengan Ayat-ayat Setan Salman Rushdi. Sekalipun didemo di mana-mana, masih saja di sebagian negara-negara seperti Inggris, Azerbaijan dan terakhir Prancis yang proses pengadilannya tengah berlangsung, melakukan penghinaan.

Masihkah Barat tidak ingin mengambil pelajaran dari fatwa ulama Islam seperti Imam Khomeini? Bila ditanya, mengapa kalian melindungi dan membiarkan orang-orang menghina keyakinan orang lain? Jawabannya adalah kebebasan berekspresi. Kebebasan berekspresi yang selalu dijajakan untuk menghina keyakinan orang lain. Pertanyaannya, adakah kebebasan yang memperbolehkan menghina keyakinan orang lain?.

24 tahun Fatwa Mati

Salman Rushdi

Penghinaan terhadap Nabi Muhammad saw tidak pernah berhenti di Barat. Benar, Imam Khomeini pernah mengeluarkan fatwa hukuman mati atas Salman Rushdi. Namun, penghinaan terhadap Nabi Islam, Muhammad saw tidak pernah selesai. Permusuhan Barat terhadap Islam masih tetap berlangsung.

Pemuatan karikatur yang menghina Nabi Muhammad saw di Denmark masih satu jalur dengan Ayat-ayat Setan Salman Rushdi.
Sekalipun didemo di mana-mana, masih saja di sebagian negara-negara seperti Inggris, Azerbaijan dan terakhir Prancis yang proses pengadilannya tengah berlangsung, melakukan penghinaan.

Dengan nama-Nya Yang Maha Tinggi
Inna Lillahi Wa Inna Ilahi Rajiuun.

Saya beritahukan kepada kaum muslimin pemberani di seluruh dunia. Telah diterbitkan buku Ayat-ayat Setan yang menghina Islam, Nabi dan al-Quran. Penulis serta penerbit buku itu hukumannya adalah MATI!

Saya mengharap kepada seluruh kaum muslimin pemberani yang menemukan mereka di mana saja untuk membunuh mereka. Sehingga tidak ada lagi orang yang berani menghina hal-hal yang disucikan oleh kaum muslimin.

Siapa saja yang mati dalam usaha membunuh mereka, terhitung sebagai syahid Insya Allah. Perlu diketahui, bila seseorang mengetahui keberadaan si penulis buku, namun ia sendiri tidak dapat membunuhnya, maka ia harus mengabarkan kepada orang lain sehingga mereka yang akan melakukan pembunuhan itu dan ia dapat merasakan akibat dari amal perbuatannya.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

25/11/1367 (14 Pebruari 1989)
Ruhullah al-Musawi al-Khomeini

Pendahuluan
Tanpa terasa, fatwa hukuman mati Salman Rushdi yang dikeluarkan oleh Imam Khomeini telah berumur 24 tahun. Pada masa dikeluarkannya fatwa tersebut tidak ada yang membayangkan Imam Khomeini akan menyikapi buku Ayat-ayat Setan sekeras itu. Karena pada waktu itu, Iran baru saja menerima resolusi PBB nomor 598 yang berarti gencatan senjata dengan Irak. Dengan itu, Iran tentu disibukkan dengan usaha untuk melakukan perdamaian.

Semua lupa akan prinsip-prinsip berpikir Imam Khomeini. Pikirannya melewati batas-batas teritorial Iran dan orang-orang Iran. Imam Khomeini dalam segala urusannya hanya untuk Allah dan agama. Ia senantiasa berusaha untuk itu dan tidak pernah menunjukkan keletihan dalam masalah ini. Ketika Imam Khomeini mengetahui isi buku Ayat-ayat setan, ia langsung menciap kebatilan buku ini. Ada rencana di balik penerbitan buku itu. Itulah yang membuat beliau mengeluarkan fatwa bersejarahnya.

Lebih jauh tentang Salman Rushdi
Salman Rushdi lahir di kota Devanegari, Bombai India pada tanggal 19 Juni 1947. Setelah Pakistan berdiri sendiri, ia bersama keluarganya pindah ke Karachi dan setelah itu berimigrasi ke Inggris. Ia ke Inggris ketika berumur 13 tahun dan menyelesaikan sekolahnya di sana. Setelah menyelesaikan kuliahnya di jurusan sejarah di universitas Cambridge, ia kembali ke Pakistan. Dengan menulis artikel selama di Inggris, ia dapat membayar sebagian biaya sekolahnya sendiri. Akhirnya ia pindah warga negara Inggris.

Tujuh tahun setelah menulis artikel ia akhirnya berhasil menulis novel berjudul Midnight’s Children tahun 1981. Dengan buku itu ia mendapat hadiah sastra Inggris Booker Prize. Buku ini isinya mengkritik perlawanan rakyat India untuk merdeka dari tangan Inggris. Sekitar setengah juta naskah terjual. Pada tahun 1983 ia menulis buku Shame tentang kondisi Pakistan. Buku The Jaguar Smile: A Nicaraguan Journey 1987 adalah hasil dari perjalanan 3 minggunya ke Nikaragua.

Gaya penulisannya adalah Realisme, namun dengan mengubah semua tokoh asli begitu juga tempat kejadian. Gaya penulisannya tidak mengikuti pakem yang ada selama ini. Dengan ini ia sesuka hati ia menulis apa saja dan menisbatkannya kepada siapa saja yang disukainya. Bukunya yang paling menyedot perhatian adalah The Satanic Verses yang dikenal dengan nama Ayat-ayat Setan. Buku ini ditulisnya pada tahun 1988.

Latar belakang penulisan buku Ayat-ayat Setan
Menganalisa cara berpikir Salman Rushdi dapat lacak dari keluarganya. Ibunya adalah seorang penari bernama Vanita. Pada masa remajanya ia disukai oleh seorang pemuda bernama Raju. Vanita beberapa kali lewat Salim Khan, gubernur Bombai, melakukan penghinaan terhadap masjid. Pernah ia meletakkan kepala babi di undak-undakan masjid kemudian lari menyembunyikan dirinya. Ia juga pernah membakar upacara orang-orang Hindu dan menyebarkan bahwa itu dilakukan oleh kaum muslimin. Setiap kali ia melakukan penghinaan, ia mendapat bayaran dari Salim Khan.

Rupanya Salim Khan juga tertarik dengan Vanita dan hendak mempersuntingnya. Sebagai jawabannya ia menjawab: “Aku menikah karena uang dan kalau engkau punya uang aku menjadi milikmu”. Setelah setuju, ia akhirnya menikah dan dibawa ke istana. Ia menghabiskan malamnya di istana Lord William dan sejak malam itu, ia tidak keluar-keluar dari istana.

Ketika Lord William dipanggil untuk kembali ke Inggris, ia berkata kepada Vanita: “Aku punya istri di Inggris dan ayahnya punya pengaruh kuat di sana. Aku tidak dapat membawamu ke sana”. Lord William pergi. Vanita kembali ke pelukan Raju yang masih menantinya. Setelah Vanita melahirkan anaknya ia meninggal. Raju membawa anak itu dan meninggalkannya di masjid. Seorang bernama Safdar menemukan bayi tersebut dan membawanya pulang ke rumahnya. Ia kemudian memberinya nama Salman. Ia besar di keluarga muslim.

Semenjak kecilnya ia terkenal nakal. Pada umur tiga belas tahun ia sudah tiga belas kali ditahan polisi. Pada masa itu, istri Lord William meninggal. Karena tidak punya anak dari istrinya, ia kemudian mengingat Vanita dan anaknya. Ia mengirim surat kepada Salim Khan untuk menemukan anaknya. Lewat Raju, Lord William menemukan Salman. Ketika tahu bahwa dia adalah anak dari seorang perwira inggris, ia sangat senang. Ia kembali ke rumah. Di rumah ia menemukan ibu angkatnya tengah menunaikan salat. Ketika sujud, ia menginjak kepala ibu angkatnya sehingga kepalanya terluka. Ia keluar dari rumah dan kemudian berangkat ke Inggris.

Ia kemudian di masukkan asrama melanjutkan sekolahnya di Inggris. Di sana ia berkenalan dengan Umar anak Mesir. Mereka kemudian menjalin percintaan dan sepakat untuk menikah. Mereka akhirnya membuka ajaran-ajaran agama yang memperbolehkan perkawinan sesama jenis. Mereka tidak menemukan ajaran yang memperbolehkan. Ketika Madame Rosa ibu asrama mengetahui gelagat ini, ia menyurati ayah Umar yang berpangkat jenderal. Ayahnya datang untuk membawa anaknya pulang ke Mesir. Umar yang begitu cinta kepada Salman akhirnya membakar dirinya. Setelah Umar meninggal, Salman sangat terpukul dan memutuskan untuk membalaskan dendamnya terhadap agama-agama.

Ayat-ayat Setan
Salman Rushdi menulis banyak buku. Bila jeli melihat karangan-karangannya, kebanyakan isinya menghina agama dan keyakinan masyarakat setempat. Dalam bukunya Grimus (1975), secara terang-terangan ia menghina keyakinan orang-orang India. Buku Shame (1983) ditulisnya juga dengan isi yang sama.

Midnight’s Children (1981) ditulis mengkritik perjuangan rakyat India untuk mendapatkan kemerdekaannya dari Inggris. Bukunya The Jaguar Smile: A Nicaraguan Journey (1987) terkait dengan situasi politik di Nikaragua dan keyakinan masyarakatnya.

Puncak penghinaannya terhadap agama dengan menulis novelnya yang berjudul The Satanic Verses (1988). Ia menulis buku ini pada usia 47 tahun. Sebelum ia menulis buku ini, ia ikut hadir dalam sebuah pertemuan yang bermaksud untuk menghancurkan agama tidak lagi dengan senjata, tapi dengan tulisan. Tujuan itu terealisasikan dengan diterbitkannya buku ini.

Untuk pertama kalinya ketika dicetak dalam 547 halaman. Buku ini dicetak oleh penerbit Viking anggota jaringan penerbit Penguin. Salman Rushdi menulis buku ini karena pesanan pimpinan Viking, seorang Yahudi, dengan bayaran gila-gilaan 850 ribu pound.

Buku Ayat-ayat Setan bukanlah buku ilmiah, melainkan hanya sekedar fantasi penulis. Sekalipun demikian, penghinaannya terhadap keyakinan yang disucikan oleh kaum muslimin tidak dapat dibiarkan begitu saja.

Untungnya, Imam Khomeini cepat tanggap rencana besar dibalik penerbitan buku ini. Beliau kemudian mengeluarkan fatwa hukuman mati yang bersejarah. Fatwa ini membuat skenario besar itu prematur. Umat Islam tersadar dan ini membuat Barat lebih berhati-hati. Inggris sebagai pembela nomor satu Salman Rushdi mencoba menekan Iran dengan ancaman ekonomi dan politik agar Imam Khomeini menarik kembali fatwanya. Tidak cukup itu saja, dengan menggerakkan 12 negara lainnya mereka kemudian memburukkan citra Iran dan Imam Khomeini.

Di balik tekanan dari negara-negara Barat, keteguhan Imam Khomeini membuat mereka lelah dan kemudian pasif menerima. Di sisi lain, ini seperti meniupkan semangat baru ke dalam dunia Islam. Penerbit buku Ayat-ayat Setan, Viking, langsung mengeluarkan pernyataan: “Penerbit dan penulis tidak punya maksud menyakiti kaum muslimin. Kami sangat menyesal dengan kejadian ini. Penerbitan buku Ayat-ayat Setan dilakukan karena ditulis oleh seorang penulis top dan isinya fiktif. Penerbitannya karena menghormati kebebasan berekspresi. Salah satu prinsip demokrasi”.

Salman Rushdi sendiri dalam wawancaranya dengan CBS mengatakan:

“Buku ini punya dua khayalan yang coba saya hubungkan dengan munculnya sebuah agama yang mirip dengan Islam. Tapi ini sebuah Islam khayalan. Tokoh yang berkhayal dalam buku itu, pada intinya akalnya telah hilang, gila. Bila seorang berkhayal semacam ini, sangat aneh bila tulisan ini dianggap menghina Islam. Sama sekali saya tidak berniat itu”.

Sempat muncul bisik-bisik di Iran, bahwa bila Salman Rushdi bertobat, mungkin saja tobatnya diterima. Namun, hal ini ditolak oleh kantor Imam Khomeini. Bahkan disebutkan seandainya Salman Rushdi kemudian menjadi orang paling zuhud di muka bumi pun, membunuhnya adalah wajib.

Hukuman mati telah dihapus?
Imam Khomeini pada tahun itu juga, 1987, berbicara di hadapan para rohaniwan:

“Masalah buku Ayat-ayat Setan adalah rencana yang telah disiapkan dengan baik untuk menghancurkan akar ajaran Islam dan keberagamaan umat Islam. Puncak dari semua itu adalah Islam dan rohaniwan”.

Ketika fatwa Imam Khomeini tidak lagi diulang-ulangi, Barat mulai berani mengeluarkan isu bahwa fatwa Imam telah ditarik kembali. Isu ini dimunculkan tidak hanya sekali, tetapi dimuat berulang-ulang. Ayatullah sayyid Ali Khamene’i bereaksi dengan keras.

Pada musim haji dua tahun lalu beliau mengeluarkan pernyataan:

“Hukuman mati yang dikeluarkan oleh Imam Khomeini terhadap Salman Rushdi berlandaskan ayat-ayat al-Quran. Sebagaimana ayat-ayat lain yang kokoh dan tidak dapat dihapus, hukum ini tetap dan tidak dapat dihapus”.

Penutup
Penghinaan terhadap Nabi Muhammad saw tidak pernah berhenti di Barat. Benar, Imam Khomeini pernah mengeluarkan fatwa hukuman mati atas Salman Rushdi. Namun, penghinaan terhadap Nabi Islam, Muhammad saw tidak pernah selesai. Permusuhan Barat terhadap Islam masih tetap berlangsung. Pemuatan karikatur yang menghina Nabi Muhammad saw di Denmark masih satu jalur dengan Ayat-ayat Setan Salman Rushdi. Sekalipun didemo di mana-mana, masih saja di sebagian negara-negara seperti Inggris, Azerbaijan dan terakhir Prancis yang proses pengadilannya tengah berlangsung, melakukan penghinaan.

Masihkah Barat tidak ingin mengambil pelajaran dari fatwa ulama Islam seperti Imam Khomeini? Bila ditanya, mengapa kalian melindungi dan membiarkan orang-orang menghina keyakinan orang lain? Jawabannya adalah kebebasan berekspresi. Kebebasan berekspresi yang selalu dijajakan untuk menghina keyakinan orang lain. Pertanyaannya, adakah kebebasan yang memperbolehkan menghina keyakinan orang lain?.

Ayat-ayat Setan

 

Penghinaan terhadap Nabi Muhammad saw tidak pernah berhenti di Barat. Benar, Imam Khomeini pernah mengeluarkan fatwa hukuman mati atas Salman Rushdi. Namun, penghinaan terhadap Nabi Islam, Muhammad saw tidak pernah selesai. Permusuhan Barat terhadap Islam masih tetap berlangsung.

Pemuatan karikatur yang menghina Nabi Muhammad saw di Denmark masih satu jalur dengan Ayat-ayat Setan Salman Rushdi.
Sekalipun didemo di mana-mana, masih saja di sebagian negara-negara seperti Inggris, Azerbaijan dan terakhir Prancis yang proses pengadilannya tengah berlangsung, melakukan penghinaan.

Dengan nama-Nya Yang Maha Tinggi
Inna Lillahi Wa Inna Ilahi Rajiuun.

Saya beritahukan kepada kaum muslimin pemberani di seluruh dunia. Telah diterbitkan buku Ayat-ayat Setan yang menghina Islam, Nabi dan al-Quran. Penulis serta penerbit buku itu hukumannya adalah MATI!

Saya mengharap kepada seluruh kaum muslimin pemberani yang menemukan mereka di mana saja untuk membunuh mereka. Sehingga tidak ada lagi orang yang berani menghina hal-hal yang disucikan oleh kaum muslimin.

Siapa saja yang mati dalam usaha membunuh mereka, terhitung sebagai syahid Insya Allah. Perlu diketahui, bila seseorang mengetahui keberadaan si penulis buku, namun ia sendiri tidak dapat membunuhnya, maka ia harus mengabarkan kepada orang lain sehingga mereka yang akan melakukan pembunuhan itu dan ia dapat merasakan akibat dari amal perbuatannya.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

25/11/1367 (14 Pebruari 1989)
Ruhullah al-Musawi al-Khomeini

Pendahuluan
Tanpa terasa, fatwa hukuman mati Salman Rushdi yang dikeluarkan oleh Imam Khomeini telah berumur 24 tahun. Pada masa dikeluarkannya fatwa tersebut tidak ada yang membayangkan Imam Khomeini akan menyikapi buku Ayat-ayat Setan sekeras itu. Karena pada waktu itu, Iran baru saja menerima resolusi PBB nomor 598 yang berarti gencatan senjata dengan Irak. Dengan itu, Iran tentu disibukkan dengan usaha untuk melakukan perdamaian.

Semua lupa akan prinsip-prinsip berpikir Imam Khomeini. Pikirannya melewati batas-batas teritorial Iran dan orang-orang Iran. Imam Khomeini dalam segala urusannya hanya untuk Allah dan agama. Ia senantiasa berusaha untuk itu dan tidak pernah menunjukkan keletihan dalam masalah ini. Ketika Imam Khomeini mengetahui isi buku Ayat-ayat setan, ia langsung menciap kebatilan buku ini. Ada rencana di balik penerbitan buku itu. Itulah yang membuat beliau mengeluarkan fatwa bersejarahnya.

Lebih jauh tentang Salman Rushdi
Salman Rushdi lahir di kota Devanegari, Bombai India pada tanggal 19 Juni 1947. Setelah Pakistan berdiri sendiri, ia bersama keluarganya pindah ke Karachi dan setelah itu berimigrasi ke Inggris. Ia ke Inggris ketika berumur 13 tahun dan menyelesaikan sekolahnya di sana. Setelah menyelesaikan kuliahnya di jurusan sejarah di universitas Cambridge, ia kembali ke Pakistan. Dengan menulis artikel selama di Inggris, ia dapat membayar sebagian biaya sekolahnya sendiri. Akhirnya ia pindah warga negara Inggris.

Tujuh tahun setelah menulis artikel ia akhirnya berhasil menulis novel berjudul Midnight’s Children tahun 1981. Dengan buku itu ia mendapat hadiah sastra Inggris Booker Prize. Buku ini isinya mengkritik perlawanan rakyat India untuk merdeka dari tangan Inggris. Sekitar setengah juta naskah terjual. Pada tahun 1983 ia menulis buku Shame tentang kondisi Pakistan. Buku The Jaguar Smile: A Nicaraguan Journey 1987 adalah hasil dari perjalanan 3 minggunya ke Nikaragua.

Gaya penulisannya adalah Realisme, namun dengan mengubah semua tokoh asli begitu juga tempat kejadian. Gaya penulisannya tidak mengikuti pakem yang ada selama ini. Dengan ini ia sesuka hati ia menulis apa saja dan menisbatkannya kepada siapa saja yang disukainya. Bukunya yang paling menyedot perhatian adalah The Satanic Verses yang dikenal dengan nama Ayat-ayat Setan. Buku ini ditulisnya pada tahun 1988.

Latar belakang penulisan buku Ayat-ayat Setan
Menganalisa cara berpikir Salman Rushdi dapat lacak dari keluarganya. Ibunya adalah seorang penari bernama Vanita. Pada masa remajanya ia disukai oleh seorang pemuda bernama Raju. Vanita beberapa kali lewat Salim Khan, gubernur Bombai, melakukan penghinaan terhadap masjid. Pernah ia meletakkan kepala babi di undak-undakan masjid kemudian lari menyembunyikan dirinya. Ia juga pernah membakar upacara orang-orang Hindu dan menyebarkan bahwa itu dilakukan oleh kaum muslimin. Setiap kali ia melakukan penghinaan, ia mendapat bayaran dari Salim Khan.

Rupanya Salim Khan juga tertarik dengan Vanita dan hendak mempersuntingnya. Sebagai jawabannya ia menjawab: “Aku menikah karena uang dan kalau engkau punya uang aku menjadi milikmu”. Setelah setuju, ia akhirnya menikah dan dibawa ke istana. Ia menghabiskan malamnya di istana Lord William dan sejak malam itu, ia tidak keluar-keluar dari istana.

Ketika Lord William dipanggil untuk kembali ke Inggris, ia berkata kepada Vanita: “Aku punya istri di Inggris dan ayahnya punya pengaruh kuat di sana. Aku tidak dapat membawamu ke sana”. Lord William pergi. Vanita kembali ke pelukan Raju yang masih menantinya. Setelah Vanita melahirkan anaknya ia meninggal. Raju membawa anak itu dan meninggalkannya di masjid. Seorang bernama Safdar menemukan bayi tersebut dan membawanya pulang ke rumahnya. Ia kemudian memberinya nama Salman. Ia besar di keluarga muslim.

Semenjak kecilnya ia terkenal nakal. Pada umur tiga belas tahun ia sudah tiga belas kali ditahan polisi. Pada masa itu, istri Lord William meninggal. Karena tidak punya anak dari istrinya, ia kemudian mengingat Vanita dan anaknya. Ia mengirim surat kepada Salim Khan untuk menemukan anaknya. Lewat Raju, Lord William menemukan Salman. Ketika tahu bahwa dia adalah anak dari seorang perwira inggris, ia sangat senang. Ia kembali ke rumah. Di rumah ia menemukan ibu angkatnya tengah menunaikan salat. Ketika sujud, ia menginjak kepala ibu angkatnya sehingga kepalanya terluka. Ia keluar dari rumah dan kemudian berangkat ke Inggris.

Ia kemudian di masukkan asrama melanjutkan sekolahnya di Inggris. Di sana ia berkenalan dengan Umar anak Mesir. Mereka kemudian menjalin percintaan dan sepakat untuk menikah. Mereka akhirnya membuka ajaran-ajaran agama yang memperbolehkan perkawinan sesama jenis. Mereka tidak menemukan ajaran yang memperbolehkan. Ketika Madame Rosa ibu asrama mengetahui gelagat ini, ia menyurati ayah Umar yang berpangkat jenderal. Ayahnya datang untuk membawa anaknya pulang ke Mesir. Umar yang begitu cinta kepada Salman akhirnya membakar dirinya. Setelah Umar meninggal, Salman sangat terpukul dan memutuskan untuk membalaskan dendamnya terhadap agama-agama.

Ayat-ayat Setan
Salman Rushdi menulis banyak buku. Bila jeli melihat karangan-karangannya, kebanyakan isinya menghina agama dan keyakinan masyarakat setempat. Dalam bukunya Grimus (1975), secara terang-terangan ia menghina keyakinan orang-orang India. Buku Shame (1983) ditulisnya juga dengan isi yang sama.

Midnight’s Children (1981) ditulis mengkritik perjuangan rakyat India untuk mendapatkan kemerdekaannya dari Inggris. Bukunya The Jaguar Smile: A Nicaraguan Journey (1987) terkait dengan situasi politik di Nikaragua dan keyakinan masyarakatnya.

Puncak penghinaannya terhadap agama dengan menulis novelnya yang berjudul The Satanic Verses (1988). Ia menulis buku ini pada usia 47 tahun. Sebelum ia menulis buku ini, ia ikut hadir dalam sebuah pertemuan yang bermaksud untuk menghancurkan agama tidak lagi dengan senjata, tapi dengan tulisan. Tujuan itu terealisasikan dengan diterbitkannya buku ini.

Untuk pertama kalinya ketika dicetak dalam 547 halaman. Buku ini dicetak oleh penerbit Viking anggota jaringan penerbit Penguin. Salman Rushdi menulis buku ini karena pesanan pimpinan Viking, seorang Yahudi, dengan bayaran gila-gilaan 850 ribu pound.

Buku Ayat-ayat Setan bukanlah buku ilmiah, melainkan hanya sekedar fantasi penulis. Sekalipun demikian, penghinaannya terhadap keyakinan yang disucikan oleh kaum muslimin tidak dapat dibiarkan begitu saja.

Untungnya, Imam Khomeini cepat tanggap rencana besar dibalik penerbitan buku ini. Beliau kemudian mengeluarkan fatwa hukuman mati yang bersejarah. Fatwa ini membuat skenario besar itu prematur. Umat Islam tersadar dan ini membuat Barat lebih berhati-hati. Inggris sebagai pembela nomor satu Salman Rushdi mencoba menekan Iran dengan ancaman ekonomi dan politik agar Imam Khomeini menarik kembali fatwanya. Tidak cukup itu saja, dengan menggerakkan 12 negara lainnya mereka kemudian memburukkan citra Iran dan Imam Khomeini.

Di balik tekanan dari negara-negara Barat, keteguhan Imam Khomeini membuat mereka lelah dan kemudian pasif menerima. Di sisi lain, ini seperti meniupkan semangat baru ke dalam dunia Islam. Penerbit buku Ayat-ayat Setan, Viking, langsung mengeluarkan pernyataan: “Penerbit dan penulis tidak punya maksud menyakiti kaum muslimin. Kami sangat menyesal dengan kejadian ini. Penerbitan buku Ayat-ayat Setan dilakukan karena ditulis oleh seorang penulis top dan isinya fiktif. Penerbitannya karena menghormati kebebasan berekspresi. Salah satu prinsip demokrasi”.

Salman Rushdi sendiri dalam wawancaranya dengan CBS mengatakan:

“Buku ini punya dua khayalan yang coba saya hubungkan dengan munculnya sebuah agama yang mirip dengan Islam. Tapi ini sebuah Islam khayalan. Tokoh yang berkhayal dalam buku itu, pada intinya akalnya telah hilang, gila. Bila seorang berkhayal semacam ini, sangat aneh bila tulisan ini dianggap menghina Islam. Sama sekali saya tidak berniat itu”.

Sempat muncul bisik-bisik di Iran, bahwa bila Salman Rushdi bertobat, mungkin saja tobatnya diterima. Namun, hal ini ditolak oleh kantor Imam Khomeini. Bahkan disebutkan seandainya Salman Rushdi kemudian menjadi orang paling zuhud di muka bumi pun, membunuhnya adalah wajib.

Hukuman mati telah dihapus?
Imam Khomeini pada tahun itu juga, 1987, berbicara di hadapan para rohaniwan:

“Masalah buku Ayat-ayat Setan adalah rencana yang telah disiapkan dengan baik untuk menghancurkan akar ajaran Islam dan keberagamaan umat Islam. Puncak dari semua itu adalah Islam dan rohaniwan”.

Ketika fatwa Imam Khomeini tidak lagi diulang-ulangi, Barat mulai berani mengeluarkan isu bahwa fatwa Imam telah ditarik kembali. Isu ini dimunculkan tidak hanya sekali, tetapi dimuat berulang-ulang. Ayatullah sayyid Ali Khamene’i bereaksi dengan keras.

Pada musim haji dua tahun lalu beliau mengeluarkan pernyataan:

“Hukuman mati yang dikeluarkan oleh Imam Khomeini terhadap Salman Rushdi berlandaskan ayat-ayat al-Quran. Sebagaimana ayat-ayat lain yang kokoh dan tidak dapat dihapus, hukum ini tetap dan tidak dapat dihapus”.

Penutup
Penghinaan terhadap Nabi Muhammad saw tidak pernah berhenti di Barat. Benar, Imam Khomeini pernah mengeluarkan fatwa hukuman mati atas Salman Rushdi. Namun, penghinaan terhadap Nabi Islam, Muhammad saw tidak pernah selesai. Permusuhan Barat terhadap Islam masih tetap berlangsung. Pemuatan karikatur yang menghina Nabi Muhammad saw di Denmark masih satu jalur dengan Ayat-ayat Setan Salman Rushdi. Sekalipun didemo di mana-mana, masih saja di sebagian negara-negara seperti Inggris, Azerbaijan dan terakhir Prancis yang proses pengadilannya tengah berlangsung, melakukan penghinaan.

Masihkah Barat tidak ingin mengambil pelajaran dari fatwa ulama Islam seperti Imam Khomeini? Bila ditanya, mengapa kalian melindungi dan membiarkan orang-orang menghina keyakinan orang lain? Jawabannya adalah kebebasan berekspresi. Kebebasan berekspresi yang selalu dijajakan untuk menghina keyakinan orang lain. Pertanyaannya, adakah kebebasan yang memperbolehkan menghina keyakinan orang lain?.

Rabu, 19 Januari 2011

Mengkafirkan

Salafy/Wahhabi selalu menolak mengakui bahwa mazhab-nya adalah mazhab yang suka mengkafirkan mazhab lainnya. Tetapi fakta berbicara sebaliknya.

Mereka banyak sekali mengeluarkan fatwa mengkafirkan mazhab atau ulama lain. Bahkan ulama2 dari berbagai lintas mazhab mereka kafirkan, seperti Sayyid Quthb, Muhammad al-Ghazali, Yusuf al-Qardhawi, Abul Ala al-Maududi, Hasan al-Bannaa, Muhammad Surur dan Muhammad Ahmad ar-Raasyid, Said Hawwa, Salman al- Audah, Safar al¬Hawaii, Nashir al- Umr, Aaidh al-Qarni, Mahmud Abdul Halim dan Jasim al-Muhalhal serta murid-murid al-Bannaa, dan keluarga Quthb. Dari Ulama Sufi sampai Ulama syiah, dari HT sampai Ikhwanul Muslimin, dan dari JIL sampai Jamaah Tabligh semuanya kebagian fatwa sesat.

Dan tidak tanggung-tanggung, ulama-ulama salafy sendiri juga mereka sesatkan karena tidak mau mendengar ucapan-ucapan ulama panutan mereka, diantaranya Ihya-ut Turats, Abu Bakar Baasyir dan Jafar Umar Thalib.

Saya yakin, jika dikumpulkan fatwa sesat dari seluruh ulama salafy/wahhabi, maka menurut salafy/wahabi, tidak tersisa satupun umat islam kecuali ulama2 dan pengikut mereka saja.

Jika ingin tahu pendakwah salafy/wahhabi yang wajib diataati dan jika tidak taat maka bisa dikatakan sesat/kafir (terbukti fatwa sesat kepada Jafar Umar Thalib), silahkan buka di artikel “Siapakah para Ulama dakwah salafiyah masa kini?” di

http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=418

Jumat, 24 Desember 2010

IBU

Hai manusia, hormati ibumu
Yang melahirkan dan membesarkanmu

Darah dagingmu dari air susunya
Jiwa ragamu dari kasih-sayangnya
Dialah manusia satu-satunya
Yang menyayangimu tanpa ada batasnya

Doa ibumu dikabulkan Tuhan
Dan kutukannya jadi kenyataan
Ridla Ilahi karena ridlanya
Murka Ilahi karena murkanya

Bila kau sayang pada kekasih
Lebih sayanglah pada ibumu
Bila kau patuh pada rajamu
Lebih patuhlah pada ibumu

Bukannya gunung tempat kau meminta
Bukan lautan tempat kau memuja

Bukan pula dukun tempat kau menghiba
Bukan kuburan tempat memohon doa
Tiada keramat yang ampuh di dunia
Selain dari doa ibumu jua

Sabtu, 20 November 2010

EKSKUL KEAGAMAAN 1 dan 2

LEMBARAN SOAL

Mata Pelajaran : EKSKUL KEAGAMAAN
Sat. Pendidikan : MTS AL MA’ARIF

Kelas / Program : XII ( TUJUH )

PETUNJUK UMUM

1. Tulis nomor dan nama Anda pada lembar jawaban yang disediakan

2. Periksa dan bacalah soal dengan teliti sebelum Anda bekerja

3. Kerjakanlah soal anda pada lembar jawaban

4. Gunakan waktu dengan efektif dan efisien

5. Periksalah pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada Pengawas

clip_image001

SOAL :

1. Apa perbedaan antara kaligrafi dan الخط….

A. Tidak ada bedanya kecuali dalam bahasa saja

B. Kaligrafi berasal dari kata yunani sedangkan الخط dari bahasa arab

C. Kaligrafi adalah tulisan indah dan الخط adalah tulisan yang mengagumkan

D. A dan b adalah benar

2. Membaca basmallah hukumnya haram menurut pendapat Ibnu Jarir yaitu pada awal surat..

A. Nun

B. Qof

C. At – Taubah

D. Al - Hujurot

3. Membaca basmallah di awal surat al – fatihah hukumnya

A. Wajib

B. Sunnah

C. Haram

D. Mubah

4. Setiap baca al – Qur’an kita di sunnahkan membaca ta’awud yang hukumnya adalah...

A. Wajib

B. Sunnah

C. Makruh

D. Mubah

5. Kebangkitan baca tulis kaum muslimin dimulai ketika Rasulullah mewajibkan kepada tawanan perang yang tidak mampu membayar tebusan untuk mengajari baca tulis kepada orang muslimin Pada tahun ke 2 H masa itu kaligrafi masih menggunakan Khat ........….

A. Khufi

B. Tumar

C. Raihan

D. Ta’liq

6. Khat yang berkembang pada masa Ali bin Abu Tholib adalah.....

A. Khufi

B. Nasta’liq

C. Diwani

D. Diwani jali

7. Di Indonesia kaligrafi pertama kali ditemukan di Gresik Jawa Timur , yaitu pada makam Fatimah binti Maimun yang wafat pada 495H/1028M. pada makam tersebut terdapat tulisan kaligrafi yang menggunakan Khat …

A. Dewani

B. Tsulust

C. Riq’ah

D. Khufi

8. Kaligrafi yang terdapat di dalam mushaf al - Qur’an secara umum terdiri atas..............

A. Kaligrafi teks (nash) Alquran dan kaligrafi nama-nama surah

B. Kaligrafi teks pias (pinggir halaman), berupa tulisan juz, angka halaman, tajwid, qiraat, terjemahan, atau catatan-catatan lain yang biasanya ditulis di bagian pinggir naskah

C. Kaligrafi teks-teks sebelum dan sesudah teks Alquran, berupa doa-doa dan daftar surah

D. Benar semua

9. Kaligrafi yang paling dominan pada zaman dahulu yang dibuat setelah berdirinya 2 kota muslim yaitu Basrah dan Kufah pada dekade kedua era Islam sekitar abad ke-8 Masehi yang memiliki bentuk huruf yang proporsional kaku dan persegi di sebut khat….

A. Diwani

B. Diwani jali

C. Thumar

D. Khufi

10. Imam Nafi’ telah mengambil bacaan bacaan al – Qur’an lebih dari 70 tabi’in di antaranya adalah..........

A. Abu Ja’far

B. Ali bin abu Tholib

C. Muawiyah

D. Khalid bin Walid

11. Di antara tujuh imam atau tokoh qiro’ah terkenal adalah …

A. ‘Ashim

B. Abu Bakar

C. Utsman bin affan

D. Ubay bin ka’ab.

12. Naskah pidato terdiri atas tiga bagian, yaitu ….

A. Pembukaan,isi,Penutup.

B. Salam,isi,Penutup

C. Assalamu’alaikum,isi,Wa’alaikumussalam

D. Pembukaan,Pidato,Penutup

13. Mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti kemauan kita dengan suka rela adalah termasuk ...........

A. Pengertian pidato

B. Maksud pidato

C. Tujuan pidato

D. Keinginan pidato

14. Assalamu’alaikumwarohmatullahiwabarokatuh.
Alhamdulillahirobbil’alamin atas segala karunia-Nya, Allahummasholli’ala muhammad wa’ala ‘alihi washohbihi ajmain.kemudian Saya juga berterima kasih kepada guru-guru yang telah menyelenggarakan acara ini. Serta tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah mendukung acara ini......... Susunan kalimat di atas termasuk…

A. Rangkaian pidato

B. Persiapan pidato

C. Salam pembuka

D. Pembukaan

15. Membawakan pidato tanpa persiapan dan hanya mengandalkan pengalaman dan wawasan di sebut metode….

A. Menghafal

B. Naskah

C. Serta merta

D. Salah semua

16. Imam yang telah mengambil bacaan Qur’annya dari Abu Darda’ seorang sahabat besar dan juga Utsman r.a adalah

A. Ibnu Amir

B. ‘Ashim

C. Hamzah

D. Athiyah bin Qois

17. Suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk di sampaikan kepada orang banyak adalah….

A. Pengertian pidato

B. Maksud pidato

C. Tujuan pidato

D. Semua salah

18. Hal- hal yang harus ada dalam naskah pidato adalah kecuali......

A. Salam atau sapaan pembuka

B. Pembuka pidato

C. Isi pidato dan salam penutup

D. Pesan pidato

19. Susunan kalimat berikut ini termasuk. ”Akhir kata ,saya mau mengucapkan terima kasih dan semoga sukses selalu buat teman-teman serta,doa saya menyertai teman-teman semuanya”.........

A. Salam pembuka

B. Penutupan

C. Penutup

D. Salam terakhir

20. Yang telah mengambil bacaan dari Hamzah dan Abu Bakar bin ‘Iyasy adalah..

A. Al – Kisa’i

B. Nafi’

C. Ibnu Katsir

D. Yahya bin Harits

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan baik dan benar

1. Ada berapa hukum membaca basmallah sebut dan jelaskan?

2. Jelaskan dengan singkat sejarah kaligrafi islam?

3. Sebutkan 5 (lima) saja dari tokoh-tokoh (Imam) qiro’ah yang tujuh?

4. Tulislah satu macam ta’wudz sebagaimana yang anda ketahui?

5. Tuliskan salam pembuka dalam berpidato minimal berisi salam,puji-pujian dan sholawat?

WASSALAM

LEMBARAN SOAL

Mata Pelajaran : EKSKUL KEAGAMAAN
Sat. Pendidikan : MTS AL MA’ARIF

Kelas / Program : XIII ( DELAPAN )

PETUNJUK UMUM

1. Tulis nomor dan nama Anda pada lembar jawaban yang disediakan

2. Periksa dan bacalah soal dengan teliti sebelum Anda bekerja

3. Kerjakanlah soal anda pada lembar jawaban

4. Gunakan waktu dengan efektif dan efisien

5. Periksalah pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada Pengawas

clip_image001[4]

SOAL :

1. Kaligrafi merupakan tulisan tangan yang indah sebagai hiasan. Definisi kaligrafi semacam itu sangatlah umum, maka kaligrafi dipersempit lingkupnya menjadi kaligrafi islam.mengapa demikian?….

A. Karna,ternyata Arab identik dengan Islam

B. Karna,ternyata Arab tidak identik dengan Islam

C. Karna muncul penggemar kaligrafi di tanah Arab

D. Semua salah

2. Kebangkitan baca dan tulis kaum muslimin di mulai sejak tahun ke 2 Hijriyah ketika Rasulullah SAW mewajibkan pada tawanan perang yang tidak mampu membayar tebusan untuk mengajari baca dan tulis kepada kaum muslimin.Pada masa itu kaligrafi masih menggunakan gaya khat.....

A. Nasta’liq

B. Khufi

C. Tsulust dan Tsulutsain

D. Diwani

3. Hadist berikut adalah ungkapan pujian nabi sallallahu’alaihiwasallam kepada. من احب ان يقرأ القران غضا كما انزل فليقرأ ه على قرأة ابن ام عبد (الحدث

A. Abu Bakar r a

B. Muawiyah.r a

C. Anas bin Malik

D. Ibnu Mas’ud

4. Kaligrafi/Khat adalah suatu ilmu yang memperkenalkan bentuk-bentuk anatomi huruf tunggal, letak-letaknya dan cara-cara merangkainya menjadi komposisi tulisan yang bagus, atau apa-apa yang ditulis di atas garis-garis, bagaimana cara menulisnya dan mana pula yang tidak perlu digores, menentukan mana-mana yang perlu digubah dan dengan metode bagaimana menggubahnya.” Pengertian kaligrafi semacam ini berasal dari.....

A. Syekh Syamsuddin al aAkfani

B. Usman bib Affan.r a

C. Sufyan as Tsauri

D. Timur leng

5. Ayat-ayat yang mengandung sujud tilawah di dalam al Qur’an jumlahnya ada ….

A. 12

B. 13

C. 14

D. 15

6. Sebutan “Pengantin dari Sripts Kaligrafi” adalah julukan kaligrafi dari persia yang bergaya Nasta’liq yang di kembangkan di....

A. Parsi

B. Makkah

C. Bagdad

D. Kufah

7. Membaca basmallah hukumnya haram menurut pendapat Ibnu Jarir yaitu pada awal surat..

A. Nun

B. Qof

C. At – Taubah

D. Al - Hujurot

8. Kaligrafi dalam Mushaf secara umum terdiri atas...........

A. Kaligrafi teks (nash) Alquran dan kaligrafi nama-nama surah

B. Kaligrafi teks pias (pinggir halaman), berupa tulisan juz, angka halaman, tajwid, qiraat, terjemahan, atau catatan-catatan lain yang biasanya ditulis di bagian pinggir naskah

C. Kaligrafi teks-teks sebelum dan sesudah teks Alquran, berupa doa-doa dan daftar surah

D. Benar semua

9. Setiap membaca al Qur’an kita di sunnahkan membaca ta’awud yang hukumnya adalah...

A. Wajib

B. Sunnah

C. Makruh

D. Mubah

10. Ayat berikut adalah ayat sajadah dariفَلا أُقْسِمُ بِالشَّفَقِ (١٦)وَاللَّيْلِ وَمَا وَسَقَ (١٧)وَالْقَمَرِ إِذَا اتَّسَقَ (١٨)لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَنْ طَبَقٍ (١٩)فَمَا لَهُمْ لا يُؤْمِنُونَ (٢٠)وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنُ لا يَسْجُدُونَ (٢١).......

A. Surat an Naml

B. Surat al Furqon

C. Surat al insyiqoq

D. Surat al Hajj

11. “Amin” adalah sunnah ucapan yang harus di baca ketika selesai membaca …

A. Surat al Baqoroh

B. Surat ali Imron

C. Surat al Maidah

D. Surat al An’am

12. Ayat berikut adalah ayat sajadah dari وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اسْجُدُوا لِلرَّحْمَنِ قَالُوا وَمَا الرَّحْمَنُ أَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَا وَزَادَهُمْ نُفُورًا (٦٠)….

A. Surat an Naml

B. Surat al Furqon

C. Surat al insyiqoq

D. Surat al Hajj

13. Hal- hal yang harus ada dalam naskah pidato adalah kecuali...........

A. Salam atau sapaan pembuka

B. Pembuka pidato

C. Isi pidato dan salam penutup

D. Pesan pidato

14. Suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk di sampaikan kepada orang banyak adalah…

A. Pengertian pidato

B. Maksud pidato

C. Tujuan pidato

D. Harapan pidato

15. Mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti kemauan kita dengan suka rela adalah termasuk ...........

A. Pengertian pidato

B. Maksud pidato

C. Tujuan pidato

D. Keinginan pidato

16. Dibawah ini adalah tokoh-tokoh (Imam) qiroat yang tujuh kecuali …..

A. Nafi’

B. Ibnu Amir

C. Hamzah

D. Ubay bin Ka’ab

17. Membawakan pidato tanpa persiapan dan hanya mengandalkan pengalaman dan wawasan di sebut metode….

A. Menghafal

B. Naskah

C. Serta merta

D. Salah semua

18. Tersebut ini adalah ayat sajadah yang terdapat pada. أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الأرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ....

A. Surat al A’rof

B. Surat as Sajadah

C. Surat Maryam

D. Surat al Isro’

19. Di bawah ini adalah ayat – ayat yang kita di perintahkan sujud tilawah kecuali ..

A. Surat ar Roed ayat 16

B. Surat as Sajjadah ayat 15

C. Surat an Naml ayat 2

D. Surat an Nahl ayat 50

20. “Maka dari itu wahai ukhti yang belum berhijab, semoga tulisan ini mejadi pembuka hati yang terkunci, menggetarkan perasaan yang tertidur, sehingga bisa mengembalikan segenap akhwat yang belum mentaa’ati perintah berhijab, kepada fitrah yang telah diperintahkan Allah SWT.Sekian dari saya...........Paragraf tersebut termasuk…..

A. Pembukaan

B. Isi

C. Penutup

D. Salah semua

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan baik dan benar.

1. Apa yang di maksud dengan bacaan Qur’an tujuh huruf?

2. Apa yang kamu ketahui tentang pidato dan sebutkan macam-macamnya?

3. Jelaskan apa yang di maksud dengan sujud tilawah?

4. Tuliskanlah dengan benar bacaan sujud tilawah sebagaimana yang anda ketahui?

5. Apa yang di maksud dengan “ al Aqlamussittah” dan sebutkan?

WASSALAM